Thursday, September 18, 2014

(0287) 382807 / 085228600358 / 085329515425 TATA TERTIB DAN PERATURAN PERLOMBAAN MERPATI KOLONG TERBARU 2014

SURAT KEPUTUSAN
PENGGEMAR MERPATI TINGGI INDONESIA (PMTI)
TAHUN 2014
TENTANG
TATA TERTIB DAN PERATURAN PERLOMBAAN
A. UKURAN LAPANG DAN JARAK PENERBANGAN
1. Ukuran lapangan
a. Ukuran lapang atau kalangan berbentuk bujur sangkar dengan panjang 9m, lebar 9m dan Tinggi Tiang 9m.
b. Ukuran patek 80cm x 80 cm dengan tinggi 80cm. Dimana jarak antara Patek 60cm.
c. Posisi patek ditengah agak kebelakang dimana jarak tiang patek dengan garis antara dua tiang belakang adalah 2,5m.
d. Ukuran daerah joki adalah 4m x 2m, atau masing masing joki memiliki daerah seluas 2m x 2m.
e. Geber/bendera atas berwarna merah dan putih masing masing berselang seling dengan lebar 25cm dengan ujung bawah berbentuk agak bulat
f. Tiang kalangan berwarna merah dan putih masing masing berselang seling dengan jarak 1m
g. Geber/Bendera pada tiang kalangan berwana merah setinggi tiang gawang dengan lebar 50cm dengan tulisan "PENGGEMAR MERPATI TINGGI INDONESIA"
2. Jarak Penerbangan
Jarak ideal penerbangan adalah antara 1,2km s/d 1,6km
B. TATA TERTIB PERSERTA PERLOMBAAN
1. Peserta perlombaan datang ke lapangan sekurang kurangnya 15 menit sebelum acara perlombaan dimulai.
2. Peserta perlombaan mendaftarkan burungnya pada panitian dengan mencantumkan identitas lengkap seperti: Nama Burung, Warna Bulu, Nama Joki, Nama Pemilik, Asal Kota, sesuai dengan tempat kedudukan pemilik.
(Ketentuan kepemilikan burung pada saat mengikuti lomba Nasional : Setiap burung dapat berubah kepemilikannya dengan melaporkan perubahan kepemilikan tersebut kepada Panitia Perlombaan sebelum dilakukan pengundian pada babak berikutnya. Apabila perubahan kepemilikan ini terjadi setelah pengundian maka burung yang telah berpindah kepemilikan tersebut tetap diadu atau diterbangkan dengan burung milik pemilik yang baru bila bertemu satu penerbangan).
3. Peserta perlombaan mendaftarkan burungnya dalam keadaan sehat, serta menempatkan dan menjaga keselamatannya pada tempat yang telah disediakan.
4. Peserta perlombaan bersikap tertib dan sopan, serta sanggup mematuhi tata tertib dan peraturan perlombaan untuk mendukung kelancaraan pelaksanaan perlombaan.
5. Bagi peserta perlombaan yang terlambat datang, hanya dapat mendaftarkan burungnya selama proses pengundian babak pertama masih berlangsung dan memiliki pasangan terbang (tidak ganjil). Burung yang berhak mengikuti babak daftar ulang adalah burung yg kalah pada babak pertama.
6. Daftar ulang bisa dilakukan dua kali dengan catatan lomba bertotalkan hadiah diatas 150 juta. Dibawah total hadiah 150 juta Daftar Ulang tetap satu kali.
C. TATA TERTIB JOKI
1. Joki yang mengikuti perlombaan harus dalam keadaan sehat, tidak mabuk dan bersikap sopan selama pelaksanaan perlombaan.
2. Joki wajib mengetahui nomor urut penerbangan burungnya. Joki yang telah dipanggil burungnya masuk ke arena pengipasan dengan menempati patek sesuai undianya.
3. Joki dalam satu dan dua urutan penerbangan berikutnya wajib menempati kursi yang telah disediakan panitia perlombaan, sesuai urutan pemanggilan penerbangan.
4. Apabila Joki terlambat menempati patek dan burung keburu datang maka penerbangan tersebut tetap berjalan seperti biasa dan pemenangnya tetap dinyatakan sesuai aturan perlombaan.
5. Apabila terjadi penyerobotan dalam urutan Joki, maka penerbangan tersebut tetap berjalan seperti biasa dan pemenangnya tetap dinyatakan sesuai aturan perlombaan.
6. Joki sanggup mematuhi tata tertib serta peraturan perlombaan dan jika melanggar maka joki yang bersangkutan dinyatakan gugur dan tidak boleh mengikuti perlombaan.
D. PERATURAN PERLOMBAAN.
1. Sistem Perlombaan.
Perlombaan menggunakan sistim gugur dengan toleransi bisa daftar ulang satu kali pada putaran penerbangan pertama. Daftar ulang dapat dilakukan dua kali untuk lomba tertentu dengan hadiah total diatas 150.000.000,-
2. Penerbangan burung
a. Penerbangan burung dilakukan berdasarkan hasil pengundian.
b. Pada babak Petama dan babak Kedua, pengundian burung dengan cara mempertemukan antara burung tamu dan burung tuan rumah.
c. Pengundian burung untuk babak Ketiga dan babak selanjutnya tidak mengenal burung tamu dan burung tuan rumah. (drawing bebas)
d. Pasangan penerbangan burung tidak dalam satu pemilik yang sama
e. Burung yang tidak mendapatkan pasangan penerbangan dinyatakan Bye. Ketentuan Bye, burung yang sama bisa mendapat Bye lebih dari satu kali tetapi tidak boleh mendapat Bye secara berurutan.
f. Burung yang mendapat Bye tidak diterbangkan dan langsung masuk ke babak berikut nya.
g. Setiap penerbangan burung berdasarkan hasil pengawasan dan pertimbangan juri start serta menggunakan interval waktu 3 menit sejak terpantau oleh wasit. Apabila burung datang satu, maka burung kedua memiliki interval waktu 3 menit terhitung sejak burung pertama terpantau oleh wasit.
h. Burung yang telah habis interval waktunya segera digantikan oleh penerbangan burung berikut nya.
i. Pasangan burung hasil pengundian ternyata pasanganya tidak dapat terbang maka burung tersebut dinyatakan menang WO.
j. Pasangan burung yang sudah diterbangkan dari penerbangan tidak mengenal hambatan alam seperti angin, hujan atau alap2 dan faktor yang tidak disengaja seperti burung datang bertiga atau lebih. Burung yang sudah diterbangkan tetap mengikuti perlombaan seperti biasa.
k. Pasangan burung yang datang tidak diketahui (tidak terpantau oleh panitia) datangnya maka berhak masuk pada babak berikut nya.
3. Pengipasan Betina
a. Joki menempati tempat pengipasan (nglepek) berdasarkan hasil undian tempat. Sebelum mengipas (nglepek) joki harus berdiri/berada ditempat yang syah yang ditetapkan panitia yaitu pada daerah patek nya.
b. Waktu mengipas (nglepek) joki boleh berpindah tempat di daerah pateknya sendiri dan tidak boleh keluar dari daerah yang telah ditetapkan.
c. Joki diperkenankan mengipas (nglepek) burungnya dan atau berteriak memanggil burungnya setelah ada bunyi peluit dari juri.
d. Apabila ada joki yang mengipas (nglepek) sebelum bunyi peluit, maka joki tersebut dinyatakan diskualifikasi dan burung lawan dinyatakan sebagai pemenang.
e. Joki dilarang mengipas (nglepek) burung, jika burung itu jelas bukan burung miliknya.
f. Jika burung datang hanya satu dan tidak bisa diterka burung milik siapa karena warna burung sama atau hampir sama maka kedua joki boleh mengipas (nglepek) bersamaan. Akan tetapi apa bila salah satu joki mengakui bahwa burung itu milik nya maka joki tersebut harus memberi tahu wasit bahwa burung tersebut adalah milik nya dan joki sebelah nya tidak boleh ikut mengipas (nglepek) dan apa bila ternyata burung tersebut bukan miliknya maka burung tersebut dinyatakan menang dan masuk ke babak berikut nya.
g. Pada saat burung akan mendarat pada patek (matras), joki harus melepas burung betina diatas patek (matras) dan boleh mengambilnya lagi jika burung yang dikipasnya (diklepek) belum mendatar di patek (matras).
h. Cara mengipas (nglepek), burung betina harus berada tepat diatas daerah pateknya (tidak dibawah, dipinggir atau diluar daerah pateknya).
4. Pemenang Perlombaan
a. Pemenang perlombaan ditentukan oleh Wasit / Juri dan bersifat Mutlak.
b. Pemenang perlombaan adalah burung yang terbang dari start sampai finish di patek dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.
c. Pemenang perlombangan adalah burung yang masuk ring atas dan duluan mendarat di patek (matras) dengan sempurna. Arti mendarat sempurna adalah burung yang berhenti di atas atau disamping patek (matras) dan tidak jatuh menyentuh tanah. Atau burung mendarat ke patek, karena kerasnya mantul kembali ke atas. Pengertian burung mantul kembali ke atas digambarkan seperti di bawah : Burung yang MASUK adalah burung yang arah pantulan (α) nya POSITIF.
d. Apabila ada protes atas keputusan Wasit depan dalam menentukan menang kalah atau dalam menentukan burung mendarat dangan sempurna atau tidak maka penentuan pemenang lomba ditentukan oleh dua wasit pinggir. Apabila joki masih belum puas dengan keputusan kedua juri tersebut, maka joki bersangkutan bisa protes lewat kamera dengan membayar uang protes terlebih dahulu.
e. Dalam hal menentukan protes menang kalah. Setelah melihat rekaman, dengan menggunakan video slowmotion, tiga wasit yang bertugas (didampingi kedua joki) menentukan burung mana menang. Atau menentukan, apakah yang protes menang atau tetap kalah. Keputusan tiga juri ini mutlak. Tidak bisa diganggu gugat.
f. Dalam hal menentukan protes burung mendarat dengan sempurna atau tidak, setelah melihat rekaman Wasit akan menunjukan kepada kedua joki burung tersebut masuk atau tidak dengan melihar arah pantulan (α) nya Positip atau Negatif.
g. Burung yang mandarat diatas patek (matras) dengan sempurna akan tetapi menyentuh anggota badan joki terlebih dahulu baik disengaja atau tidak disengaja, maka burung tersebut dinyatakan diskualifikasi sebagai pemenang.
h. Burung boleh menyentuh anggota badan joki lawan asalkan tidak mendarat atau berhenti di anggota badan joki lawan.
i. Burung yang masuk ring atas dan mendarat dengan sempurna pada patek (matras) tetapi secara bersamaan maka burung tersebut dinyatakan Draw dan keduanya berhak masuk pada putaran penerbangan berikutnya.
j. Burung dinyatakan Draw pada babak semi final dan babak final harus diterbang ulang sebanyak 2x. Jika setelah terbang ulang sebanyak 2x masih Draw juga makan akan dilakukan Tos untuk menentukan pemenangnya.
k. Pada babak Final salah satu burung tidak datang, maka burung yang datang dinyatakan sebagai pemenangnya tanpa dilihat masuk ring atas dan mendarat dipatek dengan sempurna, setelah melewati toleransi waktu tunggu 5 menit terhitung sejak burung pertama mendarat di patek (matras)
l. Pada babak 4 besar, 3 burung diantaranya merupakan satu pemilik maka satu dari tiga burung satu pemilik tersebut menjadi juara ke 4.
m. Burung sisa 6, ke enam burung diterbangkan. Burung yang kalah tetapi masuk ring atas dan medarat di patek (mataras) dengan sempurna dapat langsung juara ke 4 apabila ada dua burung yg kalah tidak masuk ring atas atau tidak mendarat dengan sempurna (tidak Distek).
n. Burung sisa 5, burung yang mendapat Bye akan langsung menjadi Juara ke 1 apabila keempat burung yang diterbangnya tidak ada yang masuk ring atas dan mendarat sempurna di patek (matras).
E. JURI
a. Juri yang bertugas untuk lomba lokal atau nasional adalah yang telah mendapatkan mandat atau telah memiliki sertifikasi (lisence) juri nasional dari PMTI. Sertifikasi juri local dan nasional ini melalui penataran yang akan dilakukan pihak PMTI .
b. Yang menugaskan juri untuk lomba nasional adalah pengda setempat (Jawa Barat dan Jawa Tengah atau pihak PMTI). Komposisinya, satu wasit bendera dan satu wasit pluit.
c. Ketentuan honor untuk juri nasional masing-masing Rp. 750.000,- Sementara itu honor untuk juri lokal masing-masing Rp. 350.000,-
F. PERHITUNGAN POIN
1. Setiap perlombaan yang di selenggarakan oleh PMTI, burung yang juara 1 sampai 10 akan mendapatkan POINT dengan perincian sebagai berikut:
juara ke 1 mendapatkan Point 160,
juara ke 2 mendapatkan Point 120,
juara ke 3 mendapatkan Point 100,
juara ke 4 mendapatkan Point 80,
juara ke 5 s/d juara ke 10 masing-masing mendapatkan Point 40.
(Khusus untuk lomba dengan total hadiah di atas 150 juta perhitungan poin double atau dua kali lipat)
2. PMTI menyediakan hadiah untuk 10 burung yang mengumpulkan Point paling banyak yang terkumpul oleh 1 burung dalam satu tahun kalender lomba PMTI, dengan perincian sebagai berikut :
juara ke 1 mendapatkan 42%,
juara ke 2 mendapatkan 20%,
juara ke 3 mendapatkan 12%,
juara ke 4 mendapatkan 8%,
juara ke 5 s/d 10 masing-masing mendapatkan 3%.
(Hadiah yang di sediakan PMTI merupakan akumulasi dari penyisihan 5% total hadiah tiap tiap lomba PMTI).
3. Dalam hal lomba tidak selesai dan burung yang tersisa maksimal 20 burung. Maka Point di bagi secara merata dari jumlah Point burung tersisa. Apabila sisa burung lebih dari 20 maka Point tidak dapat dibagi atau hangus.
4. Panitia penyelenggara lomba PMTI menyediakan hadiah untuk juara ke 1 sampai dengan juara ke 10. Panitia dapat menambahkan hadiah berupa uang pembinaan untuk burung ya masuk 20 besar. Dengan kekentuan perbedaan juara 1,2,3 dan 4 tidak terlalu jauh.
5. Panitia penyelenggara lomba PMTI harus mencantumkan daftar hadiah termasuk nominal nya apa bila berbentuk barang dalam selebaran / pamflet yang dibuat nya.
6. Hadiah yang sudah tercantum dalam selebaran / pamflet harus semuanya di keluarkan.
F. LAIN LAIN.
1. Protes disampaikan oleh joki sewaktu masih didalam daerah patek.
2. Uang protes harus diserahkan ke panitia terlebih dahulu agar protes dapat dilayani. Besarnya uang protes adalah 2x biaya pendaftaran pertama. Apabila protes dinyatakan menang maka uang protes dikembalikan 100%, sebaliknya apabila protes dinyatakan kalah maka uang protes seluruhnya menjadi hak panitia.
3. Biaya protes sebesar dua kali lipat pendaftaran. Namun di babak semi final atau empat besar biaya protes sebesar tiga kali lipat pendaftaran.
4. Video kamera harus menggunakan kamera standar yang telah biasa dipergunakan. Yang memiliki slowmoution. Setiap lomba nasional PMTI harus menggunakan kamera milik PMTI agar menghemat biaya lomba
5. Apabila perlombaan tidak memungkinkan untuk diselesaikan baik oleh karena faktor cuaca ataupun faktor lainya maka total hadiah dibagikan secara proporsional bagi burung yang tersisa. Burung yang sudah menang atau mendapat bye mendapatkan 2x bagian burung yg belum terbang atau burung yang tidak mendapat bye.
6. Selama jalanya perlombaan tidak diperkenankan berjudi dalam bentuk apapun, panitia tidak bertanggung jawab atas semua hal tersebut.
7. Semua penonton yang hadir wajib bertindak tertib dan sopan serta tidak menggangu jalannya perlombaan atau bertindak tanpa sepengetahuan panitia perlombaan.
8. Jika ada bobotoh burung mengganggu kelancaraan pelaksanaan perlombaan maka burung yang didukungnya bisa di diskualifikasi oleh panitia perlombaan.
9. Panitia tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal hal yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan perlombaan seperti kerusakan dan atau kehilangan kendaraan bermotor.
10. Panitia perlombaan wajib mengikutsertakan 1 orang Wasit wilayah Barat dan 1 orang Wasit wilayah Tengah.
11. Dari hasil kesepakatan seluruh anggota PMTI, lomba yg bersifat local diperbolehkan bersamaan dengan lomba PMTI dengan memperhatikan jarak lokasi perlombaan dan uang pendaftaran dibatasi maksimal Rp50.000,-.
12. Hal hal yang belum tercantum dalam Surat Keputusan PMTI th 2014 ini akan dimusyawarahkan dengan hasil mufakat.
Ditetapkan di Purwokerto
Pada tanggal 1 Maret 2014
PENGGEMAR MERPATI TINGGI INDONESIA (PMTI)
Ketua Umum PMTI
KIKI HOKI
Mengetahui,
Ketua Pengda Jabar Ketua Pengda Jateng Kasie Bid. Lomba
Taufik Gumelar, ST. MM Edhi Susanto Kusumadi, SE

Monday, September 15, 2014

(0287) 382807 / 085228600358 / 085329515425 Hati Hati Masa Masa Transisi Piyikan Burung Merpati



< Share Sedikit > Saran Peternak Sebaiknya Lebih Memantau Masa Masa Transisi Piyikan Habis diloloh Indukan, Karena Masa-masa ini Sangat Riskan Sekali dari Sakit Mungkin Karena Si Induk Mulai Memberikan Makananya di Kurangin, atau Sama sekali tidak diloloh lagi, alhasil Burung Bisa Sakit Karena Kaget atau Lambat laun Kurus dan Bisa Fatal akibatnya alias Bisa Mati, Maka sebaiknya Peternak Memantau Bila Perlu Memberikan asupan Makanan Tambahan, Selamat Berternak Semoga Berhasil ....

Thursday, September 11, 2014

(0287) 382807 / 085228600358 / 085329515425 Penawaran Burung Merpati Per September 2014






























(0287) 382807 / 085228600358 / 085329515425 CERITA TENTANG MERPATI Oleh Sumber FB Brohim Sayyid





Sumber FB  Brohim Sayyid

CERITA TENTANG MERPATI
Mengenai hoby kita merpati ada beberapa poin yg dapat saya uraikan di bawah ini sekedar wacana dan membuka wawasan semoga bisa manfaat, pendapat ini hanya segelintir cerita tentang merpati yg jika di urai panjang lebar ga ada habis2nya.
Namun demikian sekelumit cerita tentang merpati ini lahir dari pemikiran sepihak yg mungkin aan banyak di jumpai kekurangan kekurangan di sana sini,
untuk itu monggo bagi sedulur kolonger's kiranya sudi berbagi cerita tentang hoby kita merpati ini
selamat bersafari... Heheheh
1. Pada dasarnya Merpati itu sama secara umum adalah salah satu unggas yg bisa terbang serta memiliki kecepatan dalam terbangnya sehingga hanya butuh beberapa saat jika terbang dari beberapa kilo meter.
2. Secara umum merpati memiliki insting akan pulang pada habitatnya yg sangat kuat sehingga melebihi jenis hewan lainya.
3. Merpati selalu hidup berpasangan dan selalu ada pada koloninya dan seperti pada umumnya pola hidup hewan berkoloni di antara mereka ada yg di sebut alfa yaitu pemimpin bisa juga di bilang yg memiliki kemampuan lebih di antara golongannya.
4. Merpati Memiliki jenis yg berbeda sehingga perbedaan ini menggolongan mereka dari jenisnya masing masing.
5. beragamnya dari jenis jenis mereka memiliki kelebihan dan kekurangannya masing2, sehingga dari kelebihanya dapat menarik peminat2 atau penggemar di antara mereka untuk di gunakan atau memanfaatkan kelebihanya dalam kontek dan sistem tertentu sehingga di anggap berguna dan sebaliknya dari kekurangan mereka malah menggolongkan dan memisahkan mereka dari jenis mereka itu sendiri sehingga menjadikan di antara mereka kasta kasta tertentu dari golongan jenisnya masing masing.
6. Sistem dan kegunaan dalam pemanfaatan kelebihan dalam merpati juga berperan khusus sebagai penyaring kemampuan merpati2 tersebut dalam jenis dan golongan dan tingkatan di antara mereka sehinga terpisah sedemikian rupa, menjadi batasan bagi mereka sehingga yg satu dengan yg lainya terpisah secara gamblang entah dari segi kemampuan, bentuk katuragan, warna, dan karakter masing2.
7. Sebagian menjadi tampak lebih hebat dan istimewa dari yg lainya karena sisi kelebihan kelebihan tersebut.
8. Ternyata dari segi kemampuan dan kelabihan merpati dari jenisnya masing2 mereka akan tampak lebih istimewa jika telah masuk sistem2 tertentu seperti yg di ulas di atas baik sistem turnamen/lomba maupun sistem perawatan juga pelatihan akan menambah jelas hasil dan semakin memaksimalkan potensi2 yg di miliki merpati merpati tersebut.
9. Kembali pada potensi potensi merpati ini hanya bisa di baca dan di tangkap bagi mereka yg memiliki ilmu pengetahuan akan hal itu dan tidak sembarang orang bisa melakukannya demikian juga merpati tak sembarang merpati yg mampu menampilkan potensi serta kelebihanya walaupun di paksakan kecuali memiliki dasar kan hal itu adalah potensi kelebihan, hal ini bisa di bilang menjadi anugrah dari SANG PENCIPTA.
10. Sementara merpati2 yg punya potensi kelebihan yg bagus pun kan tapak biasa2 saja atau bahkan tak terpakai jika potensi tersebut tidak bisa mendapatkan sentuhan kusus dari para ahli yg sama2 memiliki potensi kelebihan dalam soal ilmu dan pengetahuan soalnya (merpati) serta penanganan entah perawatan dan pelatihanya.
11. Jikapun ada kemampuan dan kelebihan yg terpendam dari keduanya baik merpati maupun sang pemelihara tak bisa saling mendukung akan sama hasilnya terbuangnya waktu dan gagalnya kemaksimalan yg di harapkan (kesuksesan).
12. Presentase kesuksesan merpati yg tak memiliki potensi kelebihan dengan mendapatkan perawatan yang bagus bisa membantu menutupi kekurangannya namun tak semaksimal bagi merpati yg memang memiliki kelebian kelebihan khusus.
13. Adapun merpati yg tak memiliki kelebihan apapun dari segi apapun dari jenisnya masing2 serta tak tak mendapatkan sentuhan yg berarti maka segala prilakunya kembali pada kodratnya yaitu Jinak2 merpati yg jinak akan mudah di tangkap yg liar butuh usaha dalam menangkapnya uppss...
Salam sejahtera para kolonger's semua, monggo di tambahi maupun di luruskan
jangan bosen yaaa sedulur membacanya
Klining...!!! Klining...!!! Klining...!!!

(0287) 382807 / 085228600358 / 085329515425 Management Lapak Kolong & Lapak Tomprang dll


Didalam Satu Lapak kolong, Kandang Bersama, Lapak TOmprang, dll Pastinya Akan Langgeng Lapak ( Kegiatan Bersama" Terkait Merpati ) Tersebut Apabila/ Jikalau ......... ? ( Menurut Kami )
1. Ada Beberapa Personal yang Loyal
2. Organisasi yang Kokoh
3. Keuangan yang Transparan
4. Aturan Lapak 
5. BerSama" Menjalankan Aturan Lapak tsb.
6. Seluruh Anggota Loyal Jikalau Lapak Tersebut Mengadakan Event.
7. Visi Misi
8. Saling Tolong Menolong ( Burung Hilang dll )
9. Bersama" Tidak Mengutamakan Ego Pribadi
10. Ada Pembina ( Sesepuh/ Donatur yang Ikhlas ) diluar Organisasi
11. Fair Play & Saling Menghormati
12. Ada Pelawat Khusus / Bergantian
13. ---
Penarikan Iuran Terkadang Susah Menurut Saya Mending di Buat Lomba Kecil2an 1 Lapak Atau Jagungan dimana Jagungan Tersebut Nantinya akan di Potong Sebagai Kas Lapak, Ini Lebih bagus dari Pada Menarik iuran Karena Walaupun Kecil Tapi Relatif Akan Susah Karena Menyangkut Banyak Orang

 
Powered by Blogger.